Kasus Fredric Yunadi, Murni Tindak Pidana

oleh

DENPASAR, cakrawalabali.com | Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) versi Juniver Girsang, SH., Hasanuddin Nasution, SH menegaskan, kasus hukum mantan penasihat hukum Setya Novanto dalam perkara e-KTP, Fredric Yunadi,SH adalah murni tindak pidana, tidak ada kaitannya dengan kode etik advokat.

Hal itu ditegaskan Hasanuddin Nasution usai mendapingi Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar Dr. I Made Arya Utama, SH., M.Hum membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi Denpasar versi I Wayan Purwitha, SH di Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar, Jumat (19/01)

Menurut Hasanuddin Nasution, kode etik dan tindak pidana, apalagi tindak pidana khusus, adalah dua hal yang berbeda sama sekali.

“Kalau saya mengatakan, ini tindak pidana yang dilakukan Fredric, jadi tidak urusannya dengan kode etik, jadi tidak boleh membela Fredric karena menilai Fredric menjalankan profesi advokat

Teman-teman saya di Peradi itu yang kelewatan. Kode etik dan tindak pidana, apalagi tindak pidana khusus, itu dua hal yang berbeda,”jelas Hasanuddin

Sementara itu Ketua Umum DPC Denpasar Peradi I Wayan Purwitha, SH menambahkan, PKPA kali ini diikuti sebanyak 34 calon advokat. Meraka akan menjalani pendidikan selama 1,5 bulan, “pungkas Purwitha. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *