Gede Wirata: Media Onlline Memberi Ilustrasi Tentang Bali

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali | Rakernas IMO Indonesi di Hotel Puri Saron berjalan dengan lancar dan diahiri dengan ditutup langsung oleh Menkopolhukam Wiranto. Dilanjutan dengan wisata bahari di atas kapal Bounty Cruise di Benoa, Rabo (14/2).

Pengusaha pariwisata sekaligus pemilik kapal Bounty Cruise Gede Wirata menyambut peserta Rakernas dan mengungkapkan terbentuknya IMO-Indonesia merupakankan angin segar bagi pariwisata kususnya untuk di Pulau Dewata, Bali.

“Mudahan-mudahan IMO-Indonesia menjadi salah satu mitra terbaik bagi pemerintah maupun dunia usaha, khususnya usaha pariwisata. Saat ini dunia pariwisata Bali sudah pulih dan konferensi IMF masih akan tetap dilaksanakan di Bali yang awalnya akan mau dipindahkan ke kota lain,” Harapannya

Dikatakan, Erupsi Gunung Agung sempat membuat kepariwisataan di Bali hampir kolaps. Adanya pemberitaan di Singapore bahwa erupsi Gunung Agung sangat dahsyat sehingga “Googl” memberi tanda merah dan itu mengakibatkan pembatalan kedatangan wisatawan dari sejumlah negara ke Bali. Diantaranya turis Jerman 500 orang batal datang ke Bali. Ada 21 destinasi itu milik pemerintah kami tidak punya kewenangan untuk mengaturnya,” Ucap Gede Wirata.

Paris, Lodon, New York, dan Bali menjadi daerah wisata kelas dunia. Karena itu, tetangga kita seperti Singapore, dan Thailand iri sehingga mereka menggunakan kesempatan Erupsi Gunung Agung untuk mematikan pariwisata kita. Mereka menggunakan media untuk propaganda menghancurkan pariwisata kita dan mereka berhasil. Indonesia kecolongan dengan media luar negeri. Waktu Erupsi Gunung Agung media kita tidak berpikir Air Port akan ditutup.

Akhirnya media salah informasi dengan menyatakan “Bali merah”. Bapak Gubernur datang ke Jakarta untuk mencabut berita yang tidak benar tentang Gunung Agung sekaligus meminta pihak terkait untuk menurunkan status erupsi. Akibat pemberitaan tersebut membuat Hotel-hotel di Bali jadi lesu.

“Harapan saya, media sedikit memberi ilustrasi tentang Bali, dan tentang Gunung Agung kalau di Bali semua berjalan normal dan tidak ada masalah,” Pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *