Wiranto Dukung dan Siap Menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

oleh
Wiranto saat memberi sambutan dan menyebut keberadaan Ikatan Media Online IMO-Indonesia seperti laskar perang yang melawan hoaxs.

BADUNG, Cakrawalabali | Menteri Koordinator Keamanan Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto menyebut keberadaan Ikatan Media Online IMO-Indonesia seperti laskar perang yang melawan hoaxs.

Dalam sambutannya dan sekaligus menutup Rakernas IMO-Indonesia di Hotel Puri Saron Seiminyak, Badung, Bali, Rabu (14/2).

“Saya senang dan bangga dengan IMO-Indonesia melawan Hoaxs,” Ujar Wiranto

Wiranto saat menyerahkan Sertifikasi kepada DPW Bali IMO-Indonesia.

Menurut Wiranto, ancaman terbesar saat ini bukan berasal dari kekuatan senjata, melainkan dari media sosial, salah satunya adalah hoaxs yang dapat melululantakan bangsa ini.
“Jadi, kalau ada anak-anak bangsa yang membuat organisasi melawan Hoax, saya bangga dan senang,” Tambahnya

Wiranto berharap keberadaan IMO tidak sesaat, tapi berkelanjutan. Alasannya, komitmen IMO-Indonesia sangat penting dalam memerangi Hoax, sekaligus mempererat persatuan.

“Kita harus bersatu memerangi Hoaxs dan segala macam ancaman bagi negara,” Jelasnya.

Mantan Panglima TNI inipun mengaku, sy mendapat undangan dari IMO-Indonesia sangat kilat dan cepat.

“Tapi, setelah mendapat penjelasan dari staf, saya tertarik dan meluangkan datang ke sini, menemui teman-teman,” Paparnya.

Hari itupula disematkan Jas uniform IMO-Indonesia dan memberikan sertifikasi kepada 5 DPW yang dilantik dalam Rakernas tersebut, dan dihadapan para peserta Wiranto pun menyatakan kesediaanya menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

“Tapi dengan syarat tetap komitmen dan menjaga fakta integritas,” Ujar Wiranto.

Sementara Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail mengungkapkan, sejarah lahirnya IMO yang digagas oleh beberapa pengurus IPJI terutama IPJI Bali yang menjadi pelopor dan tuan rumah Rakernas ini. Mereka merasa prihatin maraknya berita Hoaxs di media sosial.

“Rakernas ini digelar hanya 100 hari kurang 13 hari setelah dideklarasikan 27 Oktober 2017,” ungkap Yakub.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *