Ribuan Orang Mengiringi Pelebon Istri Pertama Mendiang Raja Ubud

oleh

GIANYAR, Cakrawalabali | Pelebon Anak Agung Biyang Agung yang merupakan istri pertama mendiang Raja Ubud Ida Tjokorda Gde Agung Sukawati dilaksanakan hari ini, Jumat (2/3/2018) di Setra (kuburan) setempat.

Adapun mendiang Anak Agung Biyang Agung adalah ibunda dari Dr.Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si, Tjokorda Istri Atun Sukawati, Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati.

Anak Agung Biyang Agung menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bross Denpasar dalam usia 96 tahun.

Sebelum layon (jenazah) diantar ke Setra Umum Desa setempat, perwakilan Muri mengumumkan bahwa Rekor Muri Dunia terpecahkan.
Pemecahan Rekor Muri Dunia tersebut dinilai dari segi estetika, tinggi dan besarnya bade serta pelibatan masyarakat yang mengangkat bade seberat belasan ton sebanyak 3600 orang.

Menariknya, dalam suasana pelebon istri Raja Ubud ini penuh sesak oleh wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Rosianne (27th) asal U.K, mengatakan bahwa dirinya mengagumi upacara pelebon tersebut.
“It’s amazing!!! I can’t expressed how they built it,”ungkapnya kagum.

Untuk diketahui, kehadiran wisatawan untuk menyaksikan upacara pelebon agung ini telah menyita perhatian para pengunjung. Hal tersebut tentu saja mendongkrak hunian hotel-hotel di wilayah Ubud hingga lebih dari 50%.

Upacara pelebon mendiang Anak Agung Biyang Agung hari ini dihadiri oleh Presiden ke 5 RI Hj. Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Kelautan Susi Pujiastuti, Calon Gubernur Bali dari PDIP dan koalisinya Dr.Wayan Koster, MM, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta,S.Sos, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R.Golose, Wakapolda I Gede Alit Widana, dan sederet orang penting lainnya.

Tampak pula Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri Upacara Karya Pelebon Anak Agung Biyang Agung.

Istilah Pelebon dalam Agama Hindu adalah Upacara Kremasi bagi Bangsawan di Bali, sedangkan istilah Ngaben untuk upacara kremasi bagi golongan kasta Sudra. Upacara Karya Pelebon digelar secara kolosal dengan urutan acara yang beragam dan salah satu bagiannya adalah Kremasi atau Ngaben.Turut serta dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto,S.T., M.A.P. dan Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.,Tr. (yn/dn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *