Polres Banyuwangi Kembali Amankan Ribuan Benih Lobster

oleh

BANYUWANGI, Cakrawalabali | Dalam waktu berdekatan kasus penangkapan penyelundupan baby lobster antar pulau, kini terkuak kembali, kamis (10/5/2018), Polres Banyuwangi kembali menangkap 2 (dua) pelaku penyelundupan baby lobster sebanyak 17.229 ribu ekor benih baby lobster jenis pasir dan jenis mutiara, yang dikirim dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Benih tersebut dikemas dalam plastik, bibit lobster siap kirim ini diamankan unit Reskrim polsek kalipuro dan dua pelaku dibawa kepolres Banyuwangi, dua pelaku tersebut bernama Jumratno (69) warga asal dusun Banjar, Desa Banyupuh, kecamatan Gerogak kabupaten Buleleng Bali. Sementara Moh Ramzih (30) berasal dari Dusun Sumberpau, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng Bali.

Kapores Banyuwangi AKBP Donny adityawarman, S.I.K, mengatakan tertangkapnya dua pelaku penyelundupan baby lobster tersebut setelah unit reskrim polsek ketapang mendapat informasi bahwa di Dusun pancoran Desa ketapang kec. Kalipuro itu ada aktifitas pengemasan atau packing lobster jenis pasir dan jenis mutiara yang berada di salah satu rumah tersebut yang dilakukan oleh ke dua tersangka.

“Kedua telah dibawa kepolres Banyuwangi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, dari penangkapan itu kita berhasil mengamankan barang bukti berupa 17.299 ekor baby lobster beserta perlengkapan peralatanya” terang Donny.

Dari perbuatan tersangka di perkirakan kerugian Negara sekitar Rp. 170 juta hingga 850 juta, dan pelaku dijerat dengan pasal 88 dan atau pasal 92 uu nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan uu nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 2 dan pasal 7 peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia No 56/ PERMEN – KP / 2016 tentang larangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan di wilayah Republik Indonesia jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun penjara dengan denda paling banyak 1, 5 Milyard. (Idr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *