Bersihkan Aliran Sungai, Babinsa dan Warga Subak Gelar Karya Bhakti

oleh

SEMARAPURA, Cakrawalabali | Mendekati musim tanam padi pada minggu pertama Bulan Juli 2018 Babinsa Sampalan Tengah, Koramil 1610-03/Dawan Sertu I Gusti Ngurah Mudana beserta masyarakat petani yang berjumlah 150 orang yang merupakan gabungan dari 4 Krama Subak yaitu Subak Sampalan Baler Margi, Subak Pesinggahan, Subak Dawan dan Subak Telaga menggelar karya bhakti pembersihan aliran sungai, Sabtu (30/06).

Kegiatan karya bhakti tersebut dihadiri langsung oleh tiga Kelian Subak sekaligus antara lain, Kelian Subak Sampalan Baler Margi Nengah Sukirta, Kelian Subak Dawan Wayan Sumerta dan Kelian Subak Pesinggahan Komang Suwirta yang bersama Sekaa (Anggota) Subak melaksanakan pembersihan aliran air sungai Subak Ketapang Gunaksa.

“Aliran sungai tersebut merupakan aliran sungai yang mengairi persawahan masyarakat petani yang akan melaksanakan penanaman padi dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Babinsa Sertu Ngurah Mudana mengatakan karya bhakti pembersihan aliran sungai yang memiliki panjang sekitar 200 meter tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran air sungai ke sawah yang selama ini airnya semakin mengecil dikarenakan banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar ke sungai serta banyaknya tumpukan material kiriman yang berasal dari Erupsi Gunung Agung.

“Material seperti bebatuan, lumpur dan pasir mengakibatkan sungai tersebut menjadi dangkal,” sebut Ngurah Mudana

Lanjutnya, pembersihan tersebut menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan skop namun tidak mengendorkan semangat masyarakat untuk membersihkan aliran air sungai Subak tersebut.

Kelian Subak Dawan, I Wayan Sumerta mengatakan, “kami para petani mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang mau ikut berbaur membantu kami membersihkan dan memperlancar aliran sungai karena dalam beberapa hari ke depan kami akan melaksanakan penanaman padi,” ujarnya.

Menurutnya para petani juga sangat khawatir apabila terjadi penyumbatan oleh sampah dan material yang berasal dari erupsi Gunung Agung mengakibatkan pasokan air yang akan mengairi sawah mereka semakin berkurang dan bila hujan tiba bisa mengakibatkan terjadinya banjir akibat pendangkalan sungai tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *