Kapendam: Seni Beladiri Yongmoodo Jadi Olahraga Wajib TNI AD

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali I Sekitar 47 kontingen Kotama/Balakpus jajaran TNI-AD dan Pengda Provinsi Bali mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Beladiri Yongmoodo Kasad Cup ke 8 TA 2018, 24-30 November ini di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Bali. Kejuaraan ini melibatkan sekitar 43 juri.

Demikian disampaikan Kapendam IX Udayana, Kolonel TNI AD Jonny Harianto saat Konferensi Pers besama puluhan awak media di ruang Pers Kapendam di Makodam IX Udayana Denpasar Bali, Kamis (22/11).

Menurut dia, sejarah Yongmoodo dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995 dimana The Martial Research Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Sirum, dan Hon Sin Sul.

“Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri. Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976,” ujar Kolonel Jonny Harianto.

Lebih jauh dikatakan, nama Hakindo berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo yang diresmikan pada 25 April 2002, sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru dunia.

“Jadi seni beladiri Yongmoodo sendiri, resmi menjadi olah raga wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008 dan dalam perkembangan selanjutnya sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012,” terang Kapendam.

Tambahnya, sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia dan sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.

Bela diri Yongmoodo ini diharapkan dapat mewujudkan sifat maupun watak patriotisme.

“Karena seni bela diri Yongmoodo sendiri mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat yaitu yang menunjukan kemampuan pada pertempuran yang mengacu pada teknik perkelahian, pertahanan dan strategi, baik fisik, mental serta psikolcgis,” tambahnya.

Menurut Kapendam, sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportifitas dan patriotisme, beladiri tangan kosong ini telah menjadi seni beladiri wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008. Kemampuan beladiri Yongmoodo, wajib dikuasai oleh prajurit TNI Angkatan Darat untuk melatih keberanian dan jiwa patriotisme.

“Mengingat prajurit TNI merupakan garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dan TNI AD berkewajiban untuk mendukung program Pemerintah, khususnya di bidang olahraga,” ungkap Kapendam.

Lanjut Kapendam, melalui kejuaraan Bela Diri Militer Yongmoodo, TNI AD berkeinginan untuk mengambil bagian dalam upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga dan berharap Yongmoodo dapat diterima KONI sebagai cabang olahraga beladiri yang dipertandingkan pada PON 2019.

“Kodam IX Udayana dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan event kejuaraan nasional tahunan Bela diri Yongmoodo Kasad Cup ke-8 yang akan dilaksanakan mulai 24-30 Nopember 2018.

Acara ini di gelar terbuka untuk umum dengan tema”Jago Beladiri, Berjiwa Ksatria dan Berprestasi,” pungkas Kolonel Jonny Harianto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *