Komsos Dengan KBT, Ada Pesan Positif dari Para Sesepuh

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali | Korem 163/Wira Satya kembali menyelenggarakan kegiatan komunikasi sosial atau Komsos bersama Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia atau KBT wilayah Provinsi Bali, bertempat di Aula Makorem 163/Wira Satya, Kamis (28/03).

Kegiatan Komsos bersama KBT dibuka oleh Kasiter Korem 163/Wira Satya Letkol Inf Frandi Siboro yang sekaligus membacakan sambutan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A M. Suharyadi, S.I.P, M.Si.

Dalam sambutannya Danrem mengapresiasi kehadiran para peserta yang terdiri dari unsur Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali, Pepabri Provinsi Bali, Persatuan Purnawiran Angkatan Darat (PPAD) Provinsi Bali, Himpunan Anak Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Bali, FKPPI Bali, Dharma Pertiwi Bali, Persatuan Istri Prajurit seperti Persit, Jalasenastri dan Pia Ardhya Garini yang tentunya dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana untuk saling bertukar informasi serta sebagai sarana silahturahmi.

“Komsos sebagai salah satu metode pembinaan teritorial saat ini kita mengajak KBT, sehingga disamping sebagai sarana silahturahmi ke depannya akan dapat meningkatkan komunikasi di antara kita dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa,“ jelas Danrem.

Hal ini selaras dengan tema kegiatan Komsos kali ini, yaitu, “Melalui Pembinaan Keluarga Besar TNI Kita Wujudkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan Dan Kesadaran Bela Negara Serta Kebhinnekaan Dalam Rangka Membantu Kesulitan Rakyat Dan Mendukung Tugas Pokok TNI AD“.

“Sangat jelas tersirat bahwa, apa yang menjadi keinginan kita bersama adalah bagaimana mewujudkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, bela negara serta dengan kebhinnekaan yang kita miliki akan dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,“ ujar Danrem.

Pada kesempatan ini peserta mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dari Kepala Bidang Pembinaan Ideologi Kesbangpolinmas Provinsi Bali Drs. Anak Agung Ngurah Sweda, M.Si., yang memaparkan tentang empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya bukan empat pilar kebangsaan yang harus ditegakkan, tapi empat konsensus.

“Karena kalau pilar kan tiang, kalau dipotong jatuhlah rumahnya, makanya keputusan MPR dulu sudah direhabilitasi oleh Mahkamah Konstitusi, ini perlunya kami dukung dalam konteks kepentingan membangun TNI,” tandas mantan Bupati Badung ini.

Anak Agung Ngurah Sweda menambahkan, ada hal-hal perlu disikapi sebagai warga negara sepanjang demi kepengingan bangsa dan negara, menjadi kewajibannya memberikan support kepada TNI.

“Komsos ini dilaksanakan dan positif sekali,“ tuturnya.

Sementara itu Ketua PPAD Provinsi Bali Kol (Purn) Pande Made Latra ketika diminta tanggapannya mengatakan, sebenarnya kami ini ada pada generasi kedua, kalau yang sekarang ini generasi keempat.

“Ini perlu penalaran sejarah bangsa, banyak orang mengatakan Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,“ tegas Ketua PPAD Pande Made Latra, usai acara Komsos.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *