Gus Nuril: Puri Carang Sari Rumah Pancasila

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali | Dalam kerangka bakti sosial dan buka puasa bersama, berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menggandeng yayasan anak yatim piatu menggelar acara dengan tema “Bali Berdoa & Seni Budaya Kebangsaan” yang dilaksanakan di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (20/5) dengan menghadirkan narasumber tokoh kebangsaan nusantara Dr, KH Nuril Arifin Husein, MBA yang akrab disapa Gus Nuril.

Rangkaian acara meliputi buka puasa bersama, pembagian sumbangan untuk para anak yatim piatu, pagelaran seni budaya lintas etnis nusantara, doa bersama para tokoh agama dan pemaparan kebangsaan oleh Gus Nuril hingga sesi photo bersama sebagai penghujung acara.

Dalam sesi pemaparan kebangsaan Gus Nuril merasa bangsa ini sedang dalam ancaman serius penguasaan pihak radikal melalui berbagai celah dan aspek bangsa diantaranya trias politika (Eksekutif, Legislatif & Yudikatif) yang sudah disusupi oleh pihak radikal yang berusaha mendongkel dan melemahkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita harus menjaga NKRI seutuhnya dan akan mempertahankanya sampai titik darah penghabisan seperti halnya perang puputan yang dilakukan oleh Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai yang rela mengorbankan segalanya bahkan nyawanya untuk mempertahankan Bali sebagai bagian dari NKRI,” tegas Gus Nuril.

Nusantara untuk kesekian kalinya dihancurkan oleh kekuatan asing, tetapi karena warga nusantara pemilik genetika bangsa besar yang merupakan pusat peradaban dunia maka walaupun 350 tahun dijajah oleh asing tetap masih melahirkan tokoh-tokoh nusantara seperti pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai dan hingga kini masih tetap melahirkan generasi tokoh besar yang mampu membawa NKRI pada kejayaan disetiap generasinya.

“Maka kembalilah ke Nuswantara, kembalilah ke Puri Carang Sari dimana lahirnya seorang I Gusti Ngurah Rai yang memiliki nenek moyang yang sudah melanglang buana di setiap penjuru dunia, kita sebagai anak cucunya I Gusti Ngurah Rai yang akan meneruskan perjuangan NKRI dengan dimulai dari Puri Carang Sari yang merupakan Rumah Pancasila dan menjadikan tokoh Puri Carang Sari sebagai pimpinan,” papar Gus Nuril.

Sementara itu, Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, S.Kom yang merupakan tokoh dan pewaris Puri Carang Sari, selain berkomitmen dan menyanggupinya ia pun mengatakan, saya akan memimpin perjuangan NKRI di Bali bersama para tokoh nusantara lainya dari berbagai lintas etnis, agama dan organisasi.

“Kami siap berjuang sampai titik darah penghabisan dan saya sebagai tuan rumah perjuangan ini meminta saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk bisa saling menjaga kebhinekaan dan toleransi umat beragama sebagai mana yang kami lakukan sejak nenek moyang kami,” terang Suarmandala yang merupakan penglingsir atau pemimpin Puri Carang Sari sebagai keluarga kerajaan sekaligus berpredikat sebagai kesultanan.

Acara dengan Ketua Panitia Raden Pekik Heru dan digagas oleh Keluarga Besar Nuswantara yang penuh dengan siraman rohani serta wawasan kebangsaan ini dihadiri beberapa tokoh diantara yang mendampingi Gus Nuril tampak hadir I Gusti Agung Ngurah Niriyawan atau yang akrab disapa Gung Iwan Tokoh Puri Kukuh yang merupakan keluarga I Gusti Ngurah Rai, selain itu para tokoh kebangsaan, tokoh nusantara, tokoh lintas agama, tokoh spiritual, tokoh budaya lintas etnis, masyarakat umum, para pimpinan organisasi, paguyuban, komunitas, para anak yatim piatu hingga para perwakilan penjabat instansi pemerintahan Bali. (Dani Permana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *