Status Menjadi ITB, Rektor STIKOM Bali: Inilah Momen yang Sangat Kita Tunggu

oleh

DENPASAR | Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) STIKOM Bali kini resmi beralih status menjadi Institut Teknologi dan Bisnis (ITB). Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tentang izin perubahan bentuk STMIK STIKOM Bali menjadi ITB STIKOM Bali.

Salinan SK Menristekdikti Nomor 357/KPT/1/2019 tentang izin perubahan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A., pada saat upacara peresmian yang diselenggarakan di Aula Kampus STIKOM Bali, di Jl. Raya Puputan No.86, Dangin Puri Klod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali, pada Jumat 14 Juni 2019.

Ainun Na’im mengatakan dengan perubahan status ini, kini prodi yang ditawarkan oleh STIKOM Bali lebih dari satu bidang. Ia mengatakan dari pihak Kementerian merekomendasikan yang dibuka adalah prodi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

“Selain membuka prodi-prodi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, bisa dikembangkan lagi relevansinya kurikulum yang lebih baik dengan intensif ke bidang industri dan bisnis,” terang Ainun.

Sementara itu, Rektor STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menjelaskan proses transformasi STMIK STIKOM menjadi ITB ini membutuhkan waktu selama 2 tahun.

“Ini adalah momen yang sangat kita tunggu-tunggu, setelah lika-liku proses yang kita lewati selama 2 tahun ini,” ujar Rektor STIKOM Bali.

Dengan statusnya menjadi ITB ini, kini STIKOM memiliki 2 fakultas, yakni Fakultas Teknologi dan Bisnis. Fakultas Teknologi yang terdiri dari Prodi Sistem Informasi (S1), Sistem Komputer (S1), Manajemen Informatika (DIII) dan bertambah satu Prodi, yakni Teknik Informatika (S1). Sedangkan Fakultas Bisnis terdapat 3 Prodi yang akan dibuka mulai tahun ajaran baru 2019/2020, yang terdiri dari Prodi Digital Bisnis, Digital Perpajakan, dan Digital Akuntansi.

Turut hadir pula dalam acara peresmian tersebut, Ketua Yayasan Widya Dharma Santi, Prof. Dr. I Made Bandem, MA., dalam kesempatannya ia mengatakan sejak berdiri 17 tahun yang lalu, STIKOM Bali hingga kini telah memiliki setidaknya ada 30 unit usaha dan pendidikan yang dimiliki oleh Group STIKOM Bali yang berada dibawah naungan Yayasan Widya Dharma Santi.

Made Bandem berharap dengan menjadi institut, STIKOM dapat menjadi wadah untuk semakin mengembangkan ekonomi kreatif yang berbasis inovasi, seni dan budaya.

“Mudah-mudahan kami dapat menjadi institut teknologi dan bisnis yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Made Bandem.

Selain dihadiri pihak kampus, peresmian dan penyerahan SK Perubahan Bentuk STIKOM Bali menjadi Institut tersebut turut pula dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, perwakilan Pemprov Bali, para dosen dan perwakilan mahasiswa, serta para pendiri Yayasan Widya Dharma Shanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *