Kuliner Sebagai Usaha Yang Menjanjikan Di Bali

oleh

BADUNG, Cakrawalabali| Bali sebagai destinasi favorit wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara tentunya banyak mengundang para pengusaha dalam berbagai sektor karena peluang membesarkan perusahaan di Bali yang cenderung pesat perkembanganya, namun tentu saja semuanya tak lepas dari pengaruh pasang surutnya perekonomian dalam negeri dan dunia.

Sebagaimana diketahui belakangan ini perekonomian khususnya dunia sedang mengalami keterpurukan yang diakibatkan persaingan perang dagang global hingga dampaknya terasa di Bali itu sendiri, akibatnya banyak pengusaha di Bali yang merasa harus mengambil sikap sebagai alternatif untuk bertahan walaupun usahanya harus jalan ditempat dan sebagian dari mereka ada yang bermanuver ke bidang usaha lainya, sebut saja Ibu Sulami Ana (45) yang saat ini sedang merintis usaha kuliner untuk menyikapi situasi perekonomian pariwisata Bali.

“Saya melihat banyak orang barat yang bekerja di Bali harus menurunkan budget pengeluaran untuk makan sehari-hari karena kondisi penghasilan mereka berkurang akibat dari keadaan ekonomi saat ini,” terang Sulami Ana yang akrab dipanggil Bu Ana dalam wawancaranya dengan wartawan di Kertalangu, Denpasar pada hari Senin(24/6).

Ia pun menyimpulkan jika menu seperti Nasi Goreng, Mie Goreng adalah makanan yang relatif murah dan terjangkau bagi orang asing yang tinggal dan bekerja di Bali.

“tapi masa sih mereka gak bosan?, maka dari itu dalam benak saya terpikir untuk melakukan usaha kuliner makanan orang barat (western food) dengan harga yang murah namun menyehatkan, pemesananyapun gampang karena ada layanan hantar dan bahkan rencananya saya titip di supermarket yang banyak didatangi orang asing,” sambung Ibu yang bersuamikan orang asal Inggris ini.

Usaha kuliner dengan merk Ministry Of Bakery yang menyajikan menu berupa Pie dalam berbagai rasa seperti Ayam, Sapi & Sayuran bagi yang vegetarian hingga rasa buah-buahan hasil masakan Mr, Gerald Prinze kelahiran Austria tahun 1967 yang merupakan Chef Profesional yang sudah 22 tahun malang melintang sebagai Executif Chef untuk mengolah makanan Indonesia, Singapura, Thailand dan harganya pun relatif murah bervariasi mulai dari 15 ribu rupiah, tentunya sesuai menu yang dipilih.

“perlu diketahui juga, usaha kuliner ini juga sebagai alternatif untuk menciptakan lapangan kerja baru, dan pemasaknya pun orang barat asal Austria yang paham betul tentang bagaimana cara membuat Pie,” pungkasnya. (Dani Permana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *