IMO-Indonesia Semakin Eksis Serta Independen

oleh

JAKARTA, Cakrawalabali | Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail menyampaikan, Ikatan Media Online (IMO-Indonesia) adalah organisasi badan usaha perseroaan Pers yang berdiri pada tanggal 27 Oktober 2017, kiprahnya dalam pemberitaan di tanah air dalam 2 tahun belakangan ini telah memberikan warna baru bagi industri Pers khususnya Media Online.

“Organisasi yang didikasikan sebagai wadah berhimpunnya para pemilik media di Indonesia ini, banyak mendapat respon positif dan diminati oleh media-media di berbagai penjuru tanah air untuk turut tergabung didalam kepengurusan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Yakub kepada para awak media di Jakarta, Jumat (19/07/2019).

“Adapun dalam dua tahun kepengurusannya IMO-Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dan dewasa dalam berorganisasi dengan menyikapi segala persoalan yang ada, hal tersebut tentunya tidak lain dan bukan karena solidnya kepengurusan serta komitmen yang berjalan teguh sampai saat ini,” imbuhnya.

Yakub menambahkan, eksistensi serta kiprahnya IMO-Indonesia dalam industri pers media online di tanah air juga mendapat apresiasi dari Dewan Pers pada saat Audiensi selasa 16/07/2019 kemarin, Dewan Pers menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh Tim Papat ( Dewan Pembina serta Pengurus -red ), yang selanjutnya akan membuat komunikasi IMO-Indonesia dengan Dewan Pers semakin lebih mengalir.

“Tumbuh kembangnya media online yang mencapai puluhan ribu saat ini, tentunya membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, untuk itu IMO-Indonesia hadir serta membuka diri dengan menawarkan keanggotaan kepada badan usaha media online untuk dapat tergabung didalamnya, adapun mekanismenya dapat kami sampaikan lebih lanjut,” tutur Yakub.

“Selain sebagai sarana edukasi Organisasi juga menjadi tempat komunikasi yang sehat antara anggota pengurus untuk dapat menyampaikan segala dinamika industri pers media online di tanah air, hal tersebut mendorong IMO-Indonesia untuk membuat terobosan terkait kiprah dan partisipasi organisasi agar industri pers padat karya mendapatkan ruang serta kesempatan yang cukup,” ungkap Yakub. (IMO-Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *