Rekrut Anggota Baru, Kenalkan FMN Pada Mahasiswa UNAIR

oleh

Cakrawalabali | Front Mahasiswa Nasional (FMN) sebuah organisasi massa mahasiswa yang lahir atas dialektika (Perkembangan) sejarah dan situasi objektif yang ada dalam setiap perkembangannya.

“Perjalanan FMN telah dirintis sejak tahun 1990an, dimana pada saat itu upaya pemberangusan gerakan Rakyat terjadi begitu keras oleh Diktator Orde Baru (Soeharto), tidak terkecuali terhadap Gerakan Mahasiswa yang dikekang dengan kebijakan yang sampai saat ini dikenal dengan Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK),” Jelas Ketua Umum Arif Budiman, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Front Mahasiswa Nasional (FMN) memperkenalkan FMN kepada mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Sosialisasi Pra Recruitment FMN dimulai pukul 08.00 WIB, disambut antusias oleh peserta mahasiswa.

“Jadi kami tu mengenalkan FMN kepada adik-adik dan memberitahu mereka apa saja hak-hak yang harus mereka penuhi terhadap organisasi di FMN,” ungkap Arif.

Arif Budiman juga mengatakan, kami hadir ingin membantu masyarakat Papua menerima Hak-hak yang seharusnya diperoleh oleh masyarakat Papua.

“FMN sejalan dengan AMP dalam kasus Papua (Papua Merdeka), dimana AMP menginginkan hak-hak Papua Barat yang dahulu terpenuhi dikarenakan Papua Barat terdahulu bukan bagian dari teritori Indonesia,” tegas Arif Budiman.

“Papua Barat terdahulu berbeda pengelolaan teritori, dimana Indonesia dibawah naungan Hindia-Belanda berada dibawah penjajahan Belanda dengan pusat pemerintahan terletak di Batavia (Jakarta) sedangkan Papua Barat dibawah naungan Hindia-Nugini dengan pusat pemerintahan terletak di Hollandia (Jayapura),” tsambungnya.

AMP menginginkan Indonesia memenuhi perjanjian terdahulu sekitar tahun 1962 yang bernama Roma Agreement (Perjanjian Roma), dimana salah satu isinya menyebutkan bahwa Papua Barat bergabung sementara dengan Indonesia selama 25 tahun terhitung sejak 1962 yang selanjutnya Indonesia memberikan hak untuk menentukan nasib Papua Barat itu sendiri (tetap menjadi bagian dari NKRI atau menginginkan Papua merdeka).

Sedangkan sekretaris Azizul Amri Mengatakan, saat Hari Buruh tangal 1 Mei 2019 berlangsung aksi peringatan Hari Buruh yang dilaksanakan oleh Serikat Pekerja Kota Malang dan elemen masyarakat/mahasiswa seperti Front Mahasiswa Nasional dengan berpakaian hitam berjumlah kurang lebih 70 (tujuh puluh ) orang dan membawa bendera Front Mahasiswa Nasional (FMN) di area depan gedung Grahadi Surabaya Jl. Gubernur Suryo Surabaya. Namun pada saat berlangsungnya aksi buruh, massa yang tergabung dalam FMN tidak ikut bergabung dengan massa dari buruh.

“Dalam aksi hari buruh tersebut tidak ada ijin dari pihak Kepolisian daerah Jawa Timur karena dikhawatirkan situasi tersebut dimanfaatkan oleh kelompok Front Mahasiswa Nasional (FMN) untuk memprovokasi serta mengganggu jalannya kegiatan hari buruh. Aparat Kepolisian membubarkan kelompok tersebut sekaligus mengamankan barang bukti dan 2 (dua) orang pemuda yang diduga kelompok provokasi dan diamankan di Polrestabes Surabaya,” kata Azizul Amri.

Pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa peringatan hari Buruh/May Day di wilayah Malang tersebut telah terjadi aksi vandalism berupa aksi coret-coret yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan atribut /symbol “A” Anarki Sisdikalis, dan aksi ini pada tanggal 1 Mei 2019 viral di media social. (rds/rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *