Gelar Sarasehan, Jaya Wardana: Rasa Bangga Jadi Bangsa lndonesia

DENPASAR, Cakrawalabali | Pejuang Bravo 5 Bali menyelenggarakan Sarasehan bertajuk “Potret Kerukunan Umat Beragama di Pulau Dewata Bali” dan Launching Buku Presiden RI (Kiprah Jokowi Membangun NKRI), di Aula Universitas Hindu Indonesia Bali, Kamis (20/2/2020).

Serasehan dibuka Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Kebudayaan A.A. Gde Geria ditandai dengan pemukulan gong. Ketua Pejuang Bravo 5 Bali I Putu Putra Jaya Wardana berharap dengan diselenggarakannya sarasehan ini dapat meningkatkan rasa bangga menjadi bangsa lndonesia.

“Bangga menjadi anak Indonesia, dan bangga memiliki Indonesia yang dengan keberanekaragaman agama, bahasa, adat dan budayanya tetap menjadi satu kesatuan yang solid,” ujar Jaya Wardana.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Prof. Drs. I Wayan Widnya, mengatakan sangat mengapresiasi acara-acara seperti ini.

“Kalau perlu semakin sering diadakan di seluruh tanah air, di tiap-tiap daerah untuk terus menggelorakan semangat toleransi kepada semua orang khususnya generesi milenial,” papar Widnya.

“Toleransi keberagamaan kita di Bali sangat bagus sehingga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang masih mengembangkan sikap intolerans terhadap agama-agama lain didaerahnya,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, generasi muda saat ini belajar agama lewat media sosial seperti youtube.

“Karnanya saya merasa khawatir ajaran di media seperti itu lebih banyak berupa doktrin sehingga akan sangat berbahaya jika tidak ada pendapingan,” tutur Widnya.

“Sebab setiap ajaran yang ada di sana doktrinnya ajaran dia saja yang benar, sementara yang lain tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Putu Putra Jaya Wardana juga menambahkan, dalam sarasehan ini tampil sebagai narasumber utama mewakili Menteri Agama RI, Ketua Umum FKUB Indonesia Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet dan juga Rektor Universitas Hindu Indonesia Prof. Dr. Made Damriyasa,M.S., Rohut Sitompul, dan nara sumber lainnya.

Kepala Pusat Litbang Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag Dr. Muhammad Zein,MAg., mengatakan, faktor ekonomi dan pendapatan sangat mempengaruhi toleransi. Dan toleransi kalangan milenial sangat tinggi.

“Generasi milenial bisa diandalkan dalam menjaga republik kita ini. Makin terdidik seseorang tingkat toleransinya semakin baik,” jelas Muhammad Zein.

Dalam kesempatan tersebut Anak Agung Gde Agung SH., Mengungkapkan, buku Kiprah Presiden Jokowi Membangun NKRI Pada intinya menguraikan tanpa membesar-besarkan prestasi yang telah ditorehkan oleh Presiden Jokowi.

“Buku ini memberikan banyak informasi penting seputar kiprahnya membangun NKRI,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Fokus pemerintahan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur merupakan langkah tepat untuk membuka potensi ekonomi seluruh Indonesia serta untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar Wilayah.

“Apa yang dikerjakan oleh Presiden Jokowi hingga kini masih sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang direalisasikan sangat konkret, terukur, dan sesuai dengan visi misi Nawacita,” pungkas A.A Gde Agung. (rds)

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*