Pilgub Bali Hindari Warna Kekerasan dan Intimidasi

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali.com | Wakil Gubernur Bali yang juga Cawagub dalam Pilgub 2018 I Ketut Sudikerta menyampaikan, Masyarakat sudah cerdas dan keritis untuk memilih pemimpin yang layak untuk memimpin Bali dalam 5 tahun kedepan. Himbauan ini dilakukan karena sudah banyak bukti kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk memenangkan pasangan tertentu.

“Pola-pola kekerasan dalam Pilkada sudah mulai terasa, Mari kita bersam untuk menghentikan supaya Pilgub di Bali bisa menciptakan satu proses yang bersih dan aman agar masyarakat bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya. Jangan ajarkan masyarakat dengan kekerasan karena masyarakat Bali tidak diajarkan untuk hal itu. Dan mari bertarung secara jantan, jujur dan proporsional, biarkan rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri,” ujar Sudikerta, Selasa (16/1).

Selain itu Sudikerta juga minta kepada aparat penegak hukum dan pengawas Pemilu untuk segera mengambil langkah-langkah penindakan sesuai UU yang berlaku. Hal ini perlu segera direspon karena upaya kekerasan dan intimidasi sudah mulai dilakukan secara terang-terangan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Demokrat yang juga merupakan partai pengusung Sudikerta mengakui jika masih banyak terjadi tekanan dan intimidasi. “Masih banyak baliho – baliho yang dicabut atau ditutupi oleh baliho lawan politik yang sedang bertarung. Namun kita tidak mau konflik saat baliho kita ditutup, petugas kita di lapangan akhirnya mencabut dan memasang di sebelahnya. Kita ingin tunjukan bahwa Pilgub Bali harus tetap santun, beretika dan harmonis. Kami menghindari terjadinya gontok – gontokan di lapangan,” ujarnya.

Ia mengakui jika seluruh desa yang ada wilayah lawan politiknya itu sudah diarahkan untuk memilih paket tertentu dengan iming-iming dana desa dan Bansos. Seharusnya rakyat tahu kalau dana desa dan Bansos itu sudah menjadi hak rakyat. Memilih kandidat tertentu atau tidak memilih, tetap saja itu haknya rakyat harus diberikan. “Dan rakyat harus tahu itu,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *