Anak Buah Kapal Zhong Shui Asal Aceh Dipaksa Kerja 20 Jam/Hari

oleh

JAKARTA, Cakrawalabali | Wakil ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI H Sudirman alias Haji Uma Sabtu (3/3/2018) langsung menghubungi kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menyampaikan terkait tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang dipaksa kerja 20 jam/hari dan dipukuli. Selain itu, Haji Uma juga sudah berkomunikasi dengan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (BP3 TKI) Aceh, Drs Jaka Prasetyono MSi juga untuk menyampaikan hal tersebut.

Rahmad bekerja sebagai anak buah kapal Zhong Shui (berbendera mirip Fiji), dilaporkan hilang kontak dengan pihak keluarga. Sebelum hilang kontak, kapal tersebut dalam kondisi rusak sedang digandeng ke wilayah Suva Fiji.

“Saya juga sudah komunikasi dengan setneg terkait untuk menyampaikan persoalan tersebut. Lalu saya menghubungi BP3 TKI untuk menanyakan bagaimana upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan terhadap TKI asal Aceh tersebut,” ujar Haji Uma kepada awak media.

Haji Uma mendapat informasi saat in KBRI sudah menerima laporan dari Cut Hastiani saudara Rahmat. “KBRI juga sudah mendapat laporan via email Cut Hastiani, Rahmat bekerja pada Kapal Zhong Hui 809. Selain itu Hastiani juga mengirim kontrak kerja, daftar gaji bulanan dan scan paspor Rahmat,” ujar Haji Uma.

KBRI kata Haji Uma  sudah menghubungi pihak port authority di Suva tapi tidak diangkat. “KBRI juga sudah menghubungi beberapa agen kapal kenalan KBRI, tapi belum ada yang mengetahui atau tidak mengangkat telepon,” kata Haji Uma. Informasi lain yang diperoleh Hastiani sudah sempat berkomunikasi dengan salah satu ABK kapal tersebut.

Kendala lainnya adalah belum ada laporan posisi persis Rahmat di Fiji bagian mana.Kendala lain saat ini di Fiji, khususnya diKota Suva sedang ada perayaan Hari RayaHoly Festival of Colour. “Hasil komunikasi saya BP3 TKI, mereka intens menghubungi pihak luar negeri untuk melacak keberadaan kapal yang kehilangan kontak,” kata Haji Uma.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *