Green & Recycle Fashion Week Cara Peduli Terhadap Sampah

oleh
Peserta Grand finalis Green & Recycle Fashion Week

BANYUWANGI, Cakrawalabali | Malam Grand finalis Green & Recycle Fashion Week Banyuwangi festival yang di gelar pukul 18.00 wib pada hari Sabtu 24/3/2018 di pantai cacalan Banyuwangi terbilang menarik pasal peserta grand final yang berjumlah 60 finalis yang terdiri dari kalangan pelajar dan umum mulai dari paud hingga SLTA dan masyarakat umum peserta mengenakan gaun daur ulang berbahan plastik.

Menurut kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dra. Khusunul Chotimah, kegiatan yang di lakukan bukan semata mata untuk menampilkan gaya urusan fashion tetapi ada kearifan lokal masyarakat banyuwangi bersama pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah timbunan sampah, dengan jumlah penduduk Banyuwangi yang mencapai 1.600.000 jiwa dengan rumusan dari kementerian Lingkungan Hidup 0,001 X jumlah sampah yang di hasilkan maka terdapat 1000 ton lebih sampah yang harus di kelola. Ia mengharapkan masyarakat peduli terlibat langsung dalam mengelola sampah di lingkungan masing masing.

“Sangatlah bijaksana jika kita terlibat secara aktif mengelola sampah dilingkungan masing masing,” kata Khusunul.

Khusnul mengatakan dengan adanya tahapan idukasi kegiatan pembelajaran pemilahan sampah pengelolaan sampah 3R perdesa pemilahan sampah oleh ibu ibu dasa wisma dan sampah tps c 3R dan hingga terwujudnya green & Recycle Fashion Week.

Seperti di ketahui peserta Grand finalis Green & Recycle Fashion Week tersebut fashion yang mereka pakai terbuat dari berbagai sampah kertas plastik yang daur menjadi gaun.

Siapa pun pemenang kadis DLH ini berharap untuk dijadikan ajang pembelajaran tampil berani dan peduli terhadap sampah hingga menjadi nilai seni yang cukup tinggi.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan hari ini bukan fashion seperti biasa yang dilihat tetapi fashion yang terbuat dari disain plastik sampah yang didaur ulang.

“Hari ini kita tampilkan anak anak kita bagaimana mereka mengelola barang barang bekas menjadi baju yang di tampilkan malam ini,” ujar Anas.

Dikatakannya ketika mereka peduli terhadap sampah di kelas mereka akan bosan tetapi jika hadir dalam bentuk disain atau fashion adalah merupakan pendidikan bagi mereka terhadap kepedulian lingkungan.

“Program yang sesungguhnya untuk memberi perhatian kepada barang barang bekas terutama plastik yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Sebab itu menurutnya ketika dunia berkampanye anti plastik banyuwangi secara konsisten telah beberapa melakukan kampanye salah satunya melalui Green & Recycle Fashion Week salah satu nya kepedulian kami terhadap sampah dan lain lain.

Perlu diketahui pada acara tersebut hadir Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden Dr. IGK Manila, Program Director Osean Plastik Asia, serta tim Amerika, India, Ingris dan Tailand, serta seluruh Forkopimda Kabupaten, Banyuwangi. (I.Mariady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *