Ikuti Penyuluhan, Pecalang Berharap Kegiatan Serupa Kembali Digelar

oleh

BADUNG, Cakrawalabali | Puluhan pecalang desa Pangsan mengikuti penyuluhan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Sabtu (14/4/2018) di Wantilan Kantor Perbekel Desa Pangsan. Penyuluhan dengan tema “Sesananing Pecalang Dalam Menjaga Kesukertan lan Kasubtreptian Desa” tersebut merupakan rangkaian kegiatan Non fisik TMMD ke-101 Kodim 1611/Badung di Desa Pangsan.

Kasi Adat Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Arimbawa menerangkan, pecalang berasal dari kata ”calang” dan menurut theologinya diambil dari kata “celang” yang dapat diartikan waspada. Dari sini dapat diartikan secara bebas, “Pecalang” adalah seseorang yang ditugaskan untuk mengawasi keamanan desa adatnya.

“Ibaratnya sebagai petugas keamanan desa adat, pecalang telah terbukti ampuh mengamankan jalannya upacara-upacara yang berlangsung di desa adatnya. Bahkan secara luas, pecalang mampu mengamankan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keramaian di desa bersama kepolisian maupun TNI,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, pecalang adalah perangkat keamanan yang hadir disetiap desa adat dan secara tradisi diwarisi turun temurun dalam budaya Bali. “Pecalang memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa adat baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan,” paparnya.

Dengan melihat fenomena pecalang di masyarakat, maka pecalang adalah krama desa pakraman yang dipilih melalui paruman desa, cakap lahir dan bhatin, dipasupati dan diberikan tugas melancarkan kegiatan adat dan upacara agama serta menjaga ketertiban dan keamanan desa pakraman.

Pecalang terbagi ke dalam tiga jenis yakni.
(1) Pecalang yang bertugas untuk mengamankan aktivitas warga desa adat dalam melakukan kegiatan.
(2) Pecalang Subak, yang bertugas mengatur segala aktivitas para warga subak seperti, pengairan, kegiatan agama, dan lain-lain.
(3) Pecalang Jawatan, yang bertugas menjaga ketertiban aktivitas manusia.

“Penyuluhan ini sangat baik karena dapat mengingatkan tentang tugas kita sebagai pecalang sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar dan dapat dijadikan acuan langkah kita untuk pengabdian sebagai pecalang kepada desa adat,” kata I Gst Nyoman Oka, Bendesa adat Pangsan.

Ketua Pecalang Desa Pangsan, I Gst Ngurah Suta Arya mengungkapkan, ia memiliki pecalang sebanyak 24 orang yang merupakan gabungan dari 5 Banjar se Desa Pangsan.

“Dengan adanya penyuluhan ini dapat memberikan pengetahuan bagi kita agar di kemudian hari dapat diaplikasikan ditugas kita sebagai pecalang desa maupun banjar. Saya sebagai ketua pecalang mengucapkan terima kasih atas penyuluhan yang dilaksanakan kali ini dimana penyuluhan ini merupakan penyuluhan yang pertama kalinya selama saya menjabat sebagai ketua pecalang,” ucapnya.

Kedepan Ngurah Suta mengharapkan agar penyuluhan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin bukan saja pada waktu kegiatan TMMD ini saja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *