Polemik Jelang Pemilihan Rektor IKIP PGRI Bali

oleh

DENPASAR, Cakrawalabali | Jelang pemilihan Rektor IKIP PGRI Bali periode 2018-2022 menuai sejumlah pertanyaan dari publik terkait Rektor sebelumnya Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum yang telah dua kali menjabat, kini kembali mencalonkan sebagai Rektor di Perguruan Tinggi yang dibawah Kopertis VIII ini.

Atas polemik itu, salahsatu kandidat Made Suarta mengatakan jika dirinya telah lolos seleksi administrasi, berarti tidak ada masalah dengan pencalonannya yang ketiga kalinya ini.

“Secara administrasi saya lolos, itu berarti sudah sesuai dengan statuta (aturan/pedoman) IKIP PGRI Bali, statuta lembaga kami membolehkan kami maju lagi,” kata Made Suarta melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/4/2018).

Ia juga menambahkan jika pencalonannya ini telah mendapat restu dari pihak yayasan dan mengklaim jika dirinya dianggap sukses memimpin IKIP PGRI Bali selama dua periode ini.

“Pihak yayasan juga menyarankan supaya saya maju lagi, itulah PT (Perguruan Tinggi) swasta kalau rektornya dianggap berprestasi biar 2 kali tetap akan diberikan kesempatan maju lagi,” imbuhnya

Namun saat di konfirmasi, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali, Drs. Pande Wayan Bawa M.Si tidak memberi jawaban apapun alias bungkam atas polemik ini.

Diketahui Panitia Pemilihan telah meloloskan dua kandidat yakni Made Suarta dan Anak Agung Adiputra dalam pemilihan rektor IKIP PGRI periode 2018-2022.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *